Sleman, Lingkar.news – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat produktivitas lahan percontohan padi varietas unggul lokal Sembada Merah sukses mencapai 7,1 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Capaian luar biasa ini berhasil melampaui rata-rata hasil panen padi di wilayah setempat berkat penerapan metode pertanian yang tepat dan terukur.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Liem Astuti, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui program penanaman di lahan demplot (demonstration plot) milik Kelompok Tani Tani Makmur yang berlokasi di Dusun Kadilobo, Kalurahan Purwobinangun. Pengembangan lahan ini merupakan bagian utuh dari rangkaian kegiatan Sekolah Lapang yang diselenggarakan sebanyak empat kali pertemuan bagi para petani lokal. Selama program berjalan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan berupa benih padi sebanyak 25 kilogram per hektare serta pupuk organik hingga dua ton per hektare untuk mendukung optimalisasi lahan tersebut.
Pemerintah daerah mengonfirmasi bahwa luas lahan yang digunakan untuk uji coba percontohan varietas unggul lokal ini telah disiapkan secara khusus untuk memfasilitasi pelatihan langsung bagi kelompok tani setempat.
“Lokasi percontohan tersebut memiliki luas mencapai lima hektare,” kata Liem Astuti, pada Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas tanaman padi Sembada Merah yang dikembangkan di kawasan Pakem menunjukkan angka yang sangat memuaskan dan berada jauh di atas rata-rata produktivitas padi kabupaten secara keseluruhan.
“Capaian hasil panen Sembada Merah di kawasan Pakem ini terbukti jauh melampaui rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di angka 6,06 ton per hektare GKP,” katanya.
Pada tahun ini, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengalokasikan total program pengembangan varietas Sembada Merah seluas 25 hektare di berbagai titik strategis. Selain lima hektare di wilayah Kadilobo, sebaran program pengembangan seluas 20 hektare sisanya dialokasikan ke beberapa lokasi lain, meliputi Gamparan, Ngaliyan, dan Prumpung.
Program perluasan budi daya varietas lokal Sembada Merah ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus mendongkrak perekonomian serta pendapatan para petani di Sleman.
“Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong perluasan budi daya varietas unggul lokal ini guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan para petani di wilayah setempat,” katanya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis