BANTUL, Lingkar.news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus melakukan pendataan terkait dampak gempa Magnitudo (M) 6,2 yang berpusat di selatan Pacitan pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Gempa yang terjadi pada pukul 01.06.11 WIB tersebut berlokasi sekitar 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa dirasakan kuat di wilayah Bantul dan menyebabkan kerusakan bangunan serta korban luka.
“Update laporan jumlah dampak yang masuk Pusdalops PB BPBD Bantul hingga pukul 09.30 WIB terjadi kerusakan di 14 titik dan 15 orang terluka,” kata Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, dalam keterangannya.
14 Bangunan Rusak di 10 Kapanewon
Kerusakan bangunan di 14 titik itu terdiri dari dari 8 rumah, 2 tempat ibadah, 1 fasilitas pemerintah, 2 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan.
Adapun sebaran lokasi terdampak berada di 10 kapanewon (kecamatan), terdiri Kapanewon Banguntapan 1titik, Kapanewon Bantul 1titik, Kapanewon Imogiri 1titik, Kapanewon Jetis 3 titik, Kapanewon Kasihan 3 tittik, Kapanewon Pajangan 1 titik, Kapanewon Pleret 1 titik, Kapanewon Pundong 1 titik, Kapanewon Sedayu 1 titik, dan Kapanewon Srandakan 1 titik.
Baca juga: Gempa M6,2 di Pacitan Berjenis Megathrust Dangkal, Ini Penjelasan BMKG
15 Korban Luka Dirawat di RS dan Puskesmas
BPBD Bantul mencatat 15 orang mengalami luka akibat gempa dan telah mendapatkan penanganan medis. Para korban dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, yaitu enam rumah sakit dan satu puskesmas.
“Korban luka dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul 3 orang, RSUD Panembahan Senopati 6 orang, RSUD Saras Adyatma 2 orang, RSU Permata Husada 1 orang, RSU St. Elisabeth 1 orang, RSU Prambanan 10rang, dan Puskesmas Sanden 1 orang,” ungkapnya.
BPBD Lakukan Asesmen dan Monitoring
BPBD Bantul terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen lapangan, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis korban, hingga monitoring gempa susulan.
Dalam penanganan tersebut, BPBD bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain PMI Bantul, PSC 119 Bantul, Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Wilayah 3, rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat kelurahan, serta masyarakat setempat.
“Pendataan masih terus berlangsung, sehingga data dampak ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan di lapangan,” tegas Aka Luk Luk.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
