Yogyakarta, Lingkar.news – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan serta memobilisasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kampus dalam mendukung pemulihan pascabencana yang terjadi pada Minggu (16/08/2026).
Selain memberikan dana bantuan awal sebesar Rp10 juta untuk masing-masing lokasi KKN, UMY memastikan seluruh mahasiswa dalam kondisi selamat dan aktif terlibat dalam upaya tanggap darurat di wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, seluruh mahasiswa KKN UMY dalam kondisi aman. Kami terus melakukan komunikasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi mahasiswa maupun masyarakat di lokasi KKN yang terdampak,” ujar Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dyah Mutiarin di Yogyakarta, Minggu (16/08/2026).
Dyah menjelaskan bahwa bantuan dana awal tersebut difokuskan untuk pembelian logistik langsung dari kios-kios warga setempat. Langkah ini diambil guna mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak sekaligus membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat setempat pascabencana.
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat penanganan di lapangan, UMY juga telah menyiapkan 100 paket family kit dan 20 unit tenda penampungan yang akan disalurkan melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Manggarai Barat dan Manggarai Timur pada Senin (17/08/2026).
Mahasiswa KKN UMY telah diterjunkan langsung untuk membantu warga sejak gempa terjadi pada Sabtu (15/08/2026). Partisipasi aktif para mahasiswa tersebut meliputi pendirian tenda darurat, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan kelompok rentan.
“Aksi tanggap darurat yang dilakukan mahasiswa meliputi pendirian dan penataan tenda darurat, pengelolaan dapur umum, distribusi makanan siap saji, pendataan kebutuhan logistik warga, pemenuhan air bersih, penyediaan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta pendampingan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” jelasnya.
Universitas memastikan bahwa setiap langkah penanganan bencana dilakukan secara terstruktur melalui kolaborasi antar lembaga di bawah naungan Muhammadiyah untuk menjamin efektivitas distribusi bantuan.
“Koordinasi dilakukan agar proses pemetaan kebutuhan, penghimpunan bantuan, hingga penyalurannya berjalan terintegrasi dengan mekanisme penanganan kebencanaan Muhammadiyah serta tepat sasaran,” ujar Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi.
Lebih lanjut, Rektor UMY menambahkan bahwa LazisMu UMY juga telah membuka penggalangan donasi bagi masyarakat luas guna memperluas dukungan kemanusiaan bagi para korban gempa di NTT.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis