Yogyakarta, Lingkar.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus menggencarkan program Active Case Finding (ACF) sebagai langkah strategis dalam menemukan kasus tuberkulosis (TB) yang selama ini tidak terdeteksi di masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penelusuran aktif terhadap warga berisiko dan bergejala untuk mencapai target eliminasi penyakit tersebut.
Kegiatan ACF ini diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sesuai dengan arahan pemerintah pusat guna mendukung percepatan eliminasi TB pada tahun 2030.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Lana Unwanah, pada Jumat (21/8/2026) menjelaskan bahwa integrasi layanan ini didanai langsung oleh pemerintah pusat.
Kegiatan ACF TB yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis didanai dengan anggaran pemerintah pusat. Integrasi ACF TB dan cek kesehatan gratis adalah upaya percepatan eliminasi dan zero TB.
Pelaksanaan ACF terintegrasi CKG pada semester II tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli hingga 19 November 2026. Sasaran program mencakup 52 lokus yang tersebar di 45 kelurahan, termasuk perkantoran, lembaga pemasyarakatan (lapas), serta rumah tahanan (rutan) di Kota Yogyakarta.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, menjelaskan bahwa metode skrining dilakukan melalui pemeriksaan gejala klinis serta pemanfaatan alat portable X-ray.
Dalam pelaksanaan ACF terintegrasi CKG dilakukan dengan yaitu skrining gejala TB, dan skrining dengan alat portable X-ray.
Selain skrining mandiri, petugas juga melakukan mobilisasi kontak serumah dan kontak erat pasien TB agar mau mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
ACF TB yang diintegrasikan dengan CKG artinya dalam skrining-skrining yang dilakukan itu masuk muatan TB. Jadi kita sejak tiga-empat tahun lalu itu sudah betul-betul menyisir orang-orang yang belum ke fasilitas kesehatan, dan merasa masih sehat, dengan cara ACF.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Yogyakarta hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 680 kasus TB dengan 637 kasus dalam masa pengobatan. Sekitar 50 hingga 60 persen dari total kasus tersebut merupakan warga luar kota yang mengakses layanan kesehatan di Kota Yogyakarta. Tingkat kesembuhan TB sendiri berada pada angka 80 hingga 85 persen dengan durasi pengobatan rata-rata enam bulan.
Sebagai kesimpulan, pemerintah menekankan pentingnya kedisiplinan pasien dalam menjalani masa pengobatan untuk mencegah munculnya risiko resistensi obat yang dapat membahayakan kesehatan jangka panjang.
Angka kesembuhan TB rata-rata 80-85 persen. Pengobatan TB rata-rata enam bulan. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin minum obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Jika tidak atau berhenti misal sudah enak setelah dua bulan, ada risiko akan menjadi resisten obat.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis