SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Remboko, Desa Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, dijadwalkan akan melaksanakan panen perdana budidaya melon pada Rabu, 30 September 2026. Program hortikultura ini merupakan wujud nyata pemanfaatan alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025 untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Kesiapan tersebut disampaikan oleh Bendahara Bumkal Remboko, Anisa Trisnawati, dalam forum pembinaan Bumkal oleh Kapanewon Tempel pada Senin, 21 September 2026. Budidaya melon dipilih karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dengan masa panen yang relatif singkat, yakni berkisar antara 65 hingga 75 hari setelah tanam.
Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas penggunaan Dana Desa dalam sektor ketahanan pangan. “Panen perdana budidaya melon yang diinisiasi oleh Bumkal Remboko pada 30 September mendatang merupakan bukti nyata keberhasilan alokasi Dana Desa sektor ketahanan pangan tahun 2025. Kami sangat bangga atas ketekunan dan kerja keras pengurus Bumkal,” ujar Anjar.
Dalam operasionalnya, Bumkal Remboko menerapkan teknik pertanian modern, mulai dari penggunaan sistem irigasi tetes (drip irrigation), pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas buah, baik dari segi ukuran, tingkat kemanisan (brix), maupun penampilan fisik, agar mampu bersaing di pasar premium.
Pengembangan unit usaha ini juga didasarkan pada payung hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2024, serta Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2020 tentang BUMDes. Pemerintah Kalurahan Sumberrejo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan unit usaha ini, termasuk rencana pengembangan konsep agrowisata petik sendiri dan kemitraan dengan ritel modern guna meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan.
Ke depan, lahan budidaya milik Bumkal Remboko ini diproyeksikan menjadi tempat percontohan (demplot) bagi petani lokal dan generasi muda di wilayah Sumberrejo. Hal ini diharapkan mampu mengakselerasi adopsi teknologi pertanian modern sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Penulis : Puji Supriyanto / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Desa Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman)