BANTUL, LINGKAR.NEWS – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul mencatatkan progres signifikan dalam pelaksanaan Pemutakhiran Indeks Desa 2026 dengan capaian input data mencapai 96,00 persen per 3 Agustus 2026. Dari total 75 kalurahan di wilayah tersebut, sebanyak 72 kalurahan telah merampungkan input data secara penuh, sementara tiga kalurahan sisanya sedang dalam tahap penyelesaian akhir.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan DPMK Kabupaten Bantul, Suradi, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara pemerintah daerah, aparatur kalurahan, dan pendamping desa. “Keberhasilan menembus angka 96 persen dalam waktu yang relatif cepat ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan sinergi yang luar biasa antara aparatur kalurahan dan para pendamping desa,” ujar Suradi.
Saat ini, tiga kalurahan yang sedang melakukan akselerasi penyelesaian data adalah Kalurahan Baturetno dengan progres 99,57 persen, Kalurahan Jambidan 98,28 persen, dan Kalurahan Terong 98,07 persen. DPMK Bantul optimistis seluruh proses pemutakhiran akan rampung dalam hitungan hari.
Data sementara menunjukkan peningkatan kemandirian desa di berbagai sektor, seperti penguatan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kalurahan Poncosari, cakupan layanan kesehatan di Kalurahan Triharjo, serta optimalisasi sektor pariwisata dan budaya di Kalurahan Wukirsari. Pemutakhiran ini mengacu pada regulasi Kementerian Desa PDTT untuk mengukur tingkat kemajuan dan klasifikasi status desa guna menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih presisi.
Sebagai langkah finalisasi, DPMK Bantul dijadwalkan melakukan rekapitulasi hasil Indeks Desa 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026. Agenda tersebut akan dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) selaku Person in Charge (PIC) Indeks Desa Kabupaten Bantul untuk memvalidasi data sebelum dievaluasi di tingkat kabupaten.
Penulis : Dwi Endrianto / TAPM Kab. Bantul – Lokasi : (Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta)