Disperindag DIY komitmen penguatan ekosistem fashion lewat JFW 2026 750x536 1

Jogja Fashion Week 2026 Digelar, Disperindag DIY Fokus Regenerasi Desainer Muda

Yogyakarta, Lingkar.news – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag DIY) kembali menggelar ajang tahunan Jogja Fashion Week (JFW) ke-21 di Jogja Expo Center (JEC). Perhelatan yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agustus 2026 ini menjadi wadah strategis bagi interaksi, transaksi, serta penguatan ekosistem industri busana secara berkelanjutan.

Kepala Disperindag DIY, Anton Raharja, menyampaikan bahwa JFW 2026 menjadi momentum strategis untuk menyebarluaskan informasi edukatif guna mendukung kemajuan industri perindustrian dan perdagangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Event tahunan istimewa ini diharapkan dapat memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Jogja maupun luar Jogja. Pelaku industri fashion, industri turunannya, hingga masyarakat umum dapat berpartisipasi aktif memanfaatkan ajang nasional dan internasional ini,” kata Anton, Rabu (12/8/2026).

Anton menegaskan bahwa JFW 2026 terselenggara berkat dukungan dana keistimewaan DIY dengan harapan besar untuk terus memajukan sektor ekonomi kreatif daerah.

“Kami berharap agenda JFW 2026 dapat menumbuhkan industri fashion di DIY,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag DIY, Theresia Sumartini, menekankan bahwa kunci keberlanjutan industri fashion daerah terletak pada sinergi antar-pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, media, hingga lembaga pendidikan.

“Tugas kami selaku pemerintah melalui JFW adalah menguatkan ekosistem dari yang muda sampai yang senior. Kami ingin menumbuhkan desainer dan IKM fashion baru dari kalangan siswa SMK hingga mahasiswa agar kelak bisa meregenerasi para senior atau ‘suhu’ fashion di Jogja,” kata Theresia.

Sebagai upaya nyata dalam regenerasi desainer, Disperindag DIY melibatkan 44 SMK se-DIY melalui berbagai kompetisi dan seminar, termasuk Jogja Young Fashion Designer Competition yang telah menyaring 20 finalis.

Project Manager sekaligus perwakilan Moremedia Indonesia Event Organizer JFW, Aulia Sunhandhyka, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat penyegaran konten acara, termasuk penambahan sesi peragaan busana yang lebih variatif sebanyak 15 sesi.

“Tahun ini total ada 15 sesi fashion show. Selain sesi reguler sore dan malam, ada sesi khusus untuk desainer SMK/mahasiswa, kategori kids, serta sesi perdana kolaborasi khusus dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Indonesian Fashion Chamber (IFC),” kata Aulia.

Pameran yang digelar di JEC melibatkan 82 Industri Kecil Menengah (IKM) yang terbagi dalam klaster fashion, sportswear, batik, kriya, hingga busana muslim. Aulia berharap ajang ini dapat menaikkan citra brand lokal ke level nasional.

“Kami mengundang brand-brand DIY untuk turut berpartisipasi di Jogja Fashion Week ini agar menjadi ikon dari Jogja untuk Indonesia. Alhamdulillah mendapat respons yang sangat baik,” ujarnya.

Selain itu, Aulia mencatat adanya tren positif pada sektor busana olahraga dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu kami masih mengalami kesulitan partisipasi di sportwear dan casual, tahun ini cukup bertambah banyak. Supplier jersey dan produk sportwear juga semakin banyak yang ikut,” kata Aulia.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis