BANTUL, LINGKAR.NEWS – Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Forum Sinkronisasi Data guna memperkuat konvergensi penanganan stunting di wilayah tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul masih ditemukannya ketidakpadanan data antara laporan Kader Pembangunan Manusia (KPM) melalui aplikasi eHDW dan data Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dinilai berdampak pada tingkat keakuratan sasaran di lapangan.
Kegiatan yang mengusung tema “Menghubungkan Data, Mengintegrasikan Layanan Untuk Mewujudkan Generasi Emas” ini melibatkan Kader Pembangunan Manusia, TPK, dan Kader Posyandu dari lima kalurahan di Kapanewon Pleret. Turut hadir pula Pendamping Desa P3MD Kemendesa, Pendamping TKPK, TKSK, Kepala Puskesmas beserta ahli gizi, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Kepala Puskesmas Kapanewon Pleret, dr. Syarifatun Mardliyah, menegaskan bahwa keakuratan data merupakan elemen krusial dalam merumuskan kebijakan intervensi. Menurutnya, persoalan keketcilan gizi kronis ini merupakan isu nasional yang menuntut kerja terintegrasi lintas sektoral.
“Dalam penanganan stunting sangat perlu keakuratan data sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga output dari program menjadi lebih maksimal karena stunting ini sudah menjadi permasalahan nasional yang harus dipecahkan bersama-sama antar Kementerian dan OPD,” ujar dr. Syarifatun Mardliyah.
Senada dengan hal tersebut, Panewu Pleret, Evie Nur Siti Fathonah, S.Sos., MM., menekankan pentingnya konsistensi forum lintas sektoral ini. Pihaknya berharap forum evaluasi data tidak hanya diselenggarakan secara insidental, melainkan menjadi agenda berkala agar efektivitas intervensi pencegahan stunting di tingkat kalurahan dapat terus dievaluasi secara tepat sasaran.
“Kegiatan sinkronisasi perlu diadakan secara rutin agar data yang dihasilkan menjadi semakin akurat sehingga penanganan stunting menjadi lebih tepat dan efektif,” ungkap Evie Nur Siti Fathonah.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk saling melengkapi basis data masing-masing instansi. Sinkronisasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan satu data terpadu yang akurat sehingga alokasi program penanganan stunting di Kapanewon Pleret dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Penulis : Muhammad Ruddin Ali, S.IP. / Kader Pembangunan Manusia (Kapanewon Pleret) – Lokasi : (Kabupaten Bantul, DIY)