Kulon Progo, Lingkar.news – Ratusan kambing ras Kaligesing terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul untuk memeriahkan Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja #1 Sri Sultan Hamengku Buwono X Tahun 2026. Agenda nasional ini diselenggarakan di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini sukses menarik minat sekitar 300 peserta. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, mulai dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah di luar Pulau Jawa. Dalam rangkaian acara tersebut, diselenggarakan pula pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031 demi memperkuat jejaring kolaborasi antarpeternak.
Kontes berskala nasional ini memegang peranan sangat strategis, khususnya dalam upaya pelestarian sumber daya genetik ternak lokal. Terlebih, kambing ras Kaligesing telah resmi ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal unggulan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010. Nilai ekonomi dari kambing-kambing unggulan ini pun sangat menjanjikan karena dapat menembus angka ratusan juta rupiah per ekor. Hal ini membuktikan bahwa sektor peternakan memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa, sekaligus mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal serta para pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kontes ternak ini diharapkan mampu menjadi pemantik utama dalam meningkatkan mutu genetik dan produktivitas hewan ternak secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor serta penguatan kelembagaan peternak, ajang ini tidak hanya sekadar memperebutkan piala, melainkan menjadi ruang edukasi bersama untuk mencetak bibit unggul demi kemajuan pembangunan peternakan nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan bahwa juara kontes tidak hanya berhenti pada piala dan penghargaan, tetapi menjadi sumber bibit dan sumber inspirasi bagi peternak lainnya. Terlebih, peternak merupakan garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kualitas ternak.
“Kontes ini tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, melainkan pendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak,” kata Aris Eko Nugroho.
“Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko menilai bahwa pertemuan para peternak dari berbagai daerah ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk saling berbagi pengalaman dan mematangkan gagasan demi menghasilkan ternak yang berkualitas tinggi.
“Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik,” kata Ambar Purwoko.
“Selain itu, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal dan pelaku UMKM,” katanya.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hary Suhada menekankan pentingnya pengembangan peternakan berbasis data yang komprehensif, mulai dari pencatatan silsilah, seleksi performa, pemanfaatan pejantan unggul, hingga implementasi teknologi reproduksi.
“Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan,” tutur Hary Suhada.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad yang hadir mewakili sekaligus membuka kontes tersebut secara simbolis menegaskan bahwa kesuksesan sebuah kontes ternak tecermin dari kualitas ekosistem yang terbentuk setelah kompetisi berakhir.
“Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya,” kata Noviar Rahmad.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis