masyarakat desa jadi fondasi perencanaan kesehatan berbasis data kabupaten sleman di yogyakarta 1785767248 185 2 750x536 1

Pemerintah Kalurahan Margorejo Jadikan Data Survei Mawas Diri sebagai Fondasi Utama Perencanaan Program Kesehatan

SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, resmi menetapkan hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sebagai acuan utama dalam menyusun kebijakan kesehatan daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap intervensi program kesehatan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Kegiatan pemaparan hasil survei yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) di Kantor Kalurahan Margorejo tersebut dihadiri oleh jajaran pamong kalurahan, dukuh, serta kader kesehatan. Forum ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Tempel I, Mellyana Fitri, S.K.M., dan Bidan Desa Margorejo, Farida Nurul Aini, untuk membedah data objektif terkait kondisi kesehatan warga.

Mellyana Fitri menjelaskan, hasil survei mengidentifikasi sejumlah isu krusial yang memerlukan penanganan lintas sektor, di antaranya tingginya angka perilaku merokok, dampak penggunaan gawai pada anak, hingga kebiasaan membakar sampah rumah tangga. Selain itu, data menunjukkan masih rendahnya partisipasi warga dalam memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan aktivitas fisik harian.

“Data ini hadir bukan untuk menyalahkan masyarakat, melainkan menjadi dasar objektif untuk menyusun solusi yang tepat dan terukur. Hasil survei menunjukkan beberapa isu krusial yang masih menjadi perhatian bersama, sehingga perlu pendekatan yang lebih segmented dan personal,” ujar Mellyana dalam paparannya.

Menanggapi temuan tersebut, Bidan Desa Margorejo, Farida Nurul Aini, menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga medis, melainkan membutuhkan peran aktif dari tingkat RT hingga RW.

“Musyawarah ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan menyusun komitmen bersama. Ketika pamong, dukuh, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat bergerak serentak berbasiskan data yang valid, maka upaya pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup warga Margorejo akan jauh lebih efektif dan berdampak panjang,” tegas Farida.

Lurah Margorejo menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengintegrasikan hasil MMD ini ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP Kalurahan) dan penganggaran APBKal. Ia memastikan bahwa perencanaan berbasis data (data-driven) akan menjadi fondasi tata kelola desa yang modern, sehingga program kesehatan yang dijalankan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penulis : Puji Supriyanto / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman)