Yogyakarta bergotong royong dalam program bedah rumah 750x536 1

Pemkot Yogyakarta Bedah 30 Rumah Tidak Layak Huni Tanpa Gunakan Dana APBD

Yogyakarta, Lingkar.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggandeng sekitar 50 lembaga, perguruan tinggi, perusahaan, dan komunitas masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki rumah tidak layak huni milik warga dalam program bedah rumah.

“Ini betul-betul kegiatan dari warga untuk warga. Pemerintah hanya mengorkestrasi. Jadi, melalui gotong royong seperti ini ada manfaat yang langsung dirasakan,” kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo pada penyerahan bantuan bedah rumah di Yogyakarta, Minggu (7/6/2026).

Melalui gerakan gotong royong yang baru berjalan sekitar satu pekan tersebut, saat ini telah terkumpul dukungan untuk membedah atau memperbaiki 22 rumah tidak layak huni milik warga. Selain itu, Pemkot Yogyakarta sebelumnya juga telah menyelesaikan bedah delapan rumah melalui gerakan gotong royong masyarakat.

Wali Kota Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa selama satu bulan terakhir, total terdapat 30 rumah tidak layak yang berhasil diperbaiki. Perbaikan tersebut dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Kami mengimbau masyarakat dan para pengusaha untuk bersama-sama bergotong royong. Baru seminggu berjalan, sudah terkumpul bantuan untuk 22 rumah. Ini luar biasa, ada hasil yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Program bedah rumah dipilih karena dinilai dapat melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat. Pemkot Yogyakarta mencatat masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan sehingga belum dapat menikmati kehidupan yang layak.

“Masih ada rumah-rumah yang sangat tidak layak huni. Bahkan ada yang kondisinya lebih sehat berada di luar rumah daripada di dalam rumah. Karena itu bedah rumah menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-7 Kota Yogyakarta. Peringatan tersebut diwujudkan melalui aksi gotong royong dengan hasil konkret bagi warga, termasuk kegiatan bersih sungai serta pengumpulan dan pemilahan sampah guna menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap nilai ekonomi sampah. (rara-lingkar.news)