Yogyakarta, Lingkar.news – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kemen UMKM) resmi meluncurkan program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) sebagai upaya nyata pemerintah dalam mendekatkan pelaku UMKM dengan mitra strategis. Program ini diharapkan dapat mempermudah akses pasar dan memperkuat ekosistem bisnis bagi pelaku usaha mikro, Jumat (17/07/2026).
Pelaksana Tugas Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyatakan bahwa Kumitra merupakan agenda tindak lanjut atas arahan Menteri dan Wakil Menteri agar usaha mikro mendapatkan pendampingan yang lebih intensif dengan pihak strategis.
Kumitra ini adalah agenda di Kementerian UMKM sebagai tindak lanjut arahan Pak Menteri dan Pak Wamen, agar usaha-usaha mikro kita semakin dekat dengan mitra-mitra strategisnya, ujar Riza Damanik usai peresmian Kumitra di Yogyakarta.
Riza menjelaskan bahwa program ini bertujuan mempertemukan pelaku UMKM langsung dengan pembeli (buyer) sehingga para pelaku usaha tidak perlu lagi mencari mitra secara mandiri.
Selain dengan mitra strategis, program Kumitra juga mendekatkan pelaku UMKM dengan para buyer-buyernya, supaya usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia tidak lagi mencari sendiri-sendiri siapa yang akan membeli produknya.
Melalui sistem pertemuan yang telah dirancang pemerintah, pelaku usaha mikro diharapkan mampu menjalin kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Maka sejak awal kita pertemukan, kita desain sehingga nantinya usaha-usaha mikro kecil ini bisa mendapatkan mitra strategis yang berkelanjutan, ungkapnya.
Pemerintah mencatat hasil positif dari program ini berupa komitmen kontrak kerja sama antara mitra dengan usaha mikro yang mencapai nilai Rp7 miliar.
Saya dengar minggu lalu angkanya lebih kurang Rp7 miliar, jadi sudah ada komitmen kerja sama untuk usaha-usaha mikro. Mudah-mudahan ini juga bisa berkembang dan terus berlanjut pada hari-hari berikutnya, kata Riza.
Selain akses kemitraan, Kemen UMKM juga memberikan dukungan layanan pembayaran digital QRIS dan pelatihan digitalisasi pemasaran melalui platform e-commerce untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha.
Ada pelatihan bersama dengan sejumlah platform e-commerce dalam kerangka untuk memastikan UMKM kita, usaha-usaha mikro kita tidak sekadar onboarding di platform e-commerce, tapi juga meraih keuntungan yang maksimal sehingga mereka-mereka bisa lebih produktif lagi, tambahnya.
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, menyambut baik inisiatif tersebut yang mempertemukan sekitar seribu pengusaha mikro di Yogyakarta dengan berbagai pihak strategis.
Pertemuan bisnis, penguatan akses digital, komitmen kemitraan usaha, serta pembebasan biaya pencatatan produk pada jaringan perdagangan eceran anggota asosiasi usaha retail Indonesia merupakan langkah nyata untuk membawa usaha mikro menuju pasar yang lebih luas, ujar Paku Alam X.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis