result IMG 20250811 231031

Sultan HB X Usul Bandara YIA Jadi Transit Penerbangan Australia

YOGYAKARTA, Lingkar.news – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan kepada Pemerintah Australia agar penerbangan jarak jauh dari negara tersebut bisa menjadikan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai titik transit.

Usulan ini disampaikan saat Sultan menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 11 Agustus 2025.

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Imam Pratanadi, menjelaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan asal Australia yang datang ke Yogyakarta.

“Harapannya penerbangan jarak jauh dari Australia bisa transit di YIA. Tentu hal ini untuk mendorong semakin banyak warga Australia bisa sampai di DIY,” ujar Imam.

Imam, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata DIY, menyebutkan bahwa dari lebih dari satu juta wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya, hanya sebagian kecil yang menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata.

“Usulan ‘Ngarsa Dalem’ (Sultan HB X) ini disambut baik oleh Duta Besar Rod. Namun memang upaya ini tidak mudah, karena tentu harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI sebagai penentu kebijakan. Tapi kalau usulan ini terlaksana, kami sangat yakin bisa mendongkrak jumlah wisatawan asal Australia,” tambahnya.

Ia menilai, skema transit di YIA bisa menjadi salah satu solusi untuk membuka akses wisatawan asing secara lebih luas ke DIY, yang dikenal dengan kekayaan budaya dan destinasi ikonik seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, serta Keraton Yogyakarta.

Tak hanya sektor pariwisata, dalam pertemuan tersebut Sultan HB X juga menyampaikan peluang kerja sama di bidang pendidikan dan teknologi, seperti program beasiswa, pelatihan, maupun dukungan dalam pengembangan teknologi.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Roderick Brazier menyatakan ketertarikannya. Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kebudayaan Yogyakarta.

“Harapan saya lebih banyak lagi wisatawan Australia yang berkunjung ke Yogyakarta, menikmati candi-candi, makanan khususnya gudeg, dan yang pasti Keraton Yogyakarta yang begitu spesial,” katanya.

Jurnalis: Ant/Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Rosyid