KULON PROGO, LINGKAR.NEWS – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Pengasih melakukan pendampingan intensif terhadap pelaporan Unit Usaha Ketahanan Pangan milik BUMDesa Semar, Kalurahan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, pada Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dalam mewujudkan tertib administrasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan usaha menjelang tutup buku akhir tahun anggaran 2026.
Dalam pendampingan tersebut, TPP Kapanewon Pengasih memberikan bimbingan teknis terkait penyusunan laporan keuangan, mulai dari pencatatan buku kas harian, buku besar, rekapitulasi bukti transaksi, hingga manajemen stok barang. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aktivitas usaha terdokumentasi secara sistematis sebelum memasuki masa evaluasi akhir tahun.
Pendamping TPP Kapanewon Pengasih, Raden Ahmad Sunardi, menegaskan bahwa pelaporan yang tertib merupakan pilar utama tata kelola BUMDesa yang profesional. Menurutnya, dokumentasi yang lengkap sangat krusial untuk dipertanggungjawabkan kepada Pemerintah Kalurahan, pengurus BUMDesa, maupun masyarakat luas.
“Kami mendorong pengelola untuk menyusun laporan usaha ketahanan pangan secara sistematis, akurat, dan akuntabel. Hal ini penting agar laporan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kinerja usaha, mendukung proses pemeriksaan atau audit, serta menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis pengembangan usaha ketahanan pangan pada tahun anggaran berikutnya,” ujar Raden Ahmad Sunardi.
Para pengelola Unit Usaha Ketahanan Pangan BUMDesa Semar mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Sesi diskusi interaktif juga dilakukan untuk memecahkan berbagai kendala teknis yang dihadapi pengelola dalam proses pencatatan administrasi sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, pengelola BUMDesa Semar diwajibkan untuk segera melengkapi dokumen pendukung dan melakukan rekonsiliasi keuangan. Diharapkan, melalui pendampingan ini, BUMDesa Semar mampu menyelesaikan laporan akhir tahun dengan standar akuntabilitas yang tinggi, sehingga operasional usaha ketahanan pangan ke depan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Penulis : Raden Ahmad Sunardi / Tenaga Pendamping Profesional (TPP) – Lokasi : (Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo)