BANTUL, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat total kerugian materiil mencapai Rp1,327 miliar akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja menyampaikan, angka tersebut merupakan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terhadap kerusakan bangunan di wilayahnya.
Asesmen BPBD: 20 Bangunan Rusak
Menurut Agus, kerugian tersebut berasal dari kerusakan 20 bangunan yang terdampak guncangan gempa. Bangunan yang mengalami kerusakan meliputi fasilitas pemerintah, fasilitas publik, serta rumah warga.
“Dari seluruh asesmen yang dilakukan BPBD Bantul, total kerugian di Bantul akibat gempa bumi kemarin sebesar Rp1,327 miliar,” ujar Agus, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: BPBD DIY Catat 40 Orang Dirawat di Faskes Akibat Gempa Pacitan
Korban Luka Capai 42 Orang
Selain kerusakan fisik, gempa Pacitan juga menimbulkan korban luka di wilayah Bantul. Hingga Selasa (10/2/2026), tercatat 11 orang masih menjalani rawat inap, sementara 31 orang lainnya menjalani rawat jalan di sejumlah rumah sakit.
“Korban luka tersebar di beberapa rumah sakit di Bantul. Dinas Kesehatan akan melakukan pendataan dan koordinasi dengan rumah sakit terkait pembiayaan,” jelas Agus.
Baca juga: 14 Bangunan Rusak dan 15 Orang Luka di Bantul Akibat Gempa M6,4 Pacitan
BPBD Koordinasi dengan Kelurahan dan Desa
Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan desa untuk penanganan kerusakan pascagempa.
“Jika kerusakan masih bisa ditangani oleh pemerintah kelurahan dengan dana kebencanaan, maka akan kami berdayakan dana tersebut. Namun tetap dalam koordinasi dengan pemkab,” ujarnya.
Anggaran Perbaikan Masih Dikaji
Terkait sumber anggaran perbaikan, BPBD Bantul masih melakukan kajian mendalam. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Akan kami kaji terlebih dahulu. Karena hingga saat ini masih ada asesmen yang belum selesai,” kata Ribut Bimo.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki