Sleman, Lingkar.news – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan berbagai unit usaha mulai dari sektor pertanian hingga layanan kesehatan untuk memperkuat ekonomi serta memenuhi kebutuhan dasar warga.
Ketua KDKMP Tamanmartani, Mawardi, mengungkapkan bahwa koperasi yang berdiri pada 2025 tersebut kini memiliki 1.118 anggota dan mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya sarana produksi pertanian, toko sembako, perikanan, serta klinik kesehatan.
Mawardi menegaskan bahwa pengembangan unit usaha yang beragam ini bertujuan agar koperasi dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang holistik. “Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar yang dibutuhkan warga desa,” kata Mawardi.
Ia menjelaskan salah satu unit usaha unggulan koperasi adalah penyaluran pupuk bersubsidi dengan volume sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir, koperasi telah menyalurkan lebih dari 200 ton pupuk kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani.
Selain pupuk bersubsidi, koperasi juga menyediakan benih, pestisida, dan berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya. Ke depan, koperasi menargetkan pembangunan ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.
“Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kami ingin koperasi menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Mawardi.
Di luar sektor pertanian, KDKMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan. Klinik tersebut menyediakan layanan poli umum, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak (KIA), serta farmasi dengan dukungan 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.
Mawardi menambahkan bahwa keberadaan klinik tersebut merupakan upaya mendekatkan akses kesehatan bagi warga yang sebelumnya harus menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas. Saat ini, koperasi juga tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar dapat melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pengembangan unit usaha tersebut didukung oleh pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang digunakan untuk memperkuat modal kerja dan pengembangan usaha.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyimpulkan bahwa keberhasilan KDKMP Tamanmartani membuktikan bahwa koperasi desa mampu menjadi pusat ekonomi yang inklusif jika dikelola secara profesional dan didukung oleh pembiayaan yang tepat.
“KDKMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Dari sektor pertanian yang membantu petani memperoleh sarana produksi hingga layanan kesehatan yang mendekatkan akses pelayanan kepada warga. Inilah wajah koperasi modern yang produktif, inklusif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Krisdianto.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful