Yogyakarta, Lingkar.news – Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kini mengembangkan pusat kajian dan pelatihan olahraga berkuda. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan akan sekolah berkuda yang memiliki kurikulum, sistem pelatihan, serta fasilitas yang terstandar di Indonesia.
Dekan Fapet UGM, Budi Guntoro, pada Selasa (28/7/2026), menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena selama ini institusinya sudah memiliki konsep pembelajaran yang matang namun belum memiliki model fasilitas fisik yang dapat dijadikan contoh nyata.
Menurut Budi Guntoro, pusat kajian tersebut nantinya akan menyediakan berbagai paket pelatihan, mulai dari tingkat dasar hingga program lanjutan bagi masyarakat luas. Selain itu, Fapet UGM berencana memperluas akses olahraga berkuda bagi generasi muda melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Melalui pengembangan pusat kajian ini, Fapet UGM bertujuan menciptakan model pengelolaan sekolah berkuda yang dapat direplikasi oleh masyarakat luas sebagai standar nasional pengembangan olahraga berkuda dengan keterbatasan lahan yang ada.
Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Aset dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran pusat kajian ini menjadi bukti bahwa ilmu peternakan tidak hanya berfokus pada hewan konsumsi, tetapi juga berperan dalam memfasilitasi olahraga dan pendidikan.
Pembangunan fasilitas berkuda ini dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, di mana aspek teknis seperti sistem drainase dan infrastruktur arena dikerjakan dengan melibatkan berbagai keahlian untuk memastikan fasilitas tersebut representatif bagi kegiatan akademik maupun olahraga.
Kesimpulannya, keberadaan pusat kajian ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi sivitas akademika UGM, komunitas pecinta olahraga berkuda, serta masyarakat umum, sekaligus menjadi inovasi unggulan Fapet UGM yang sejalan dengan pengembangan teknologi peternakan modern lainnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
