YOGYAKARTA, Lingkar.news – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membidik peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) guna menjaga tingkat hunian hotel selama Ramadan 1447 Hijriah.
Wakil Ketua PHRI DIY Bidang Promosi dan Event, Muhtar Habibi, menyebut wisman sudah mulai berdatangan meski belum signifikan mendongkrak okupansi.
“Ada beberapa yang dari luar sudah masuk sebenarnya, tetapi belum begitu signifikan,” ujar Habibi, Rabu (18/2/2026).
Wisman Asia Tenggara Jadi Andalan
Menurut Habibi, wisatawan mancanegara yang masuk ke DIY saat ini didominasi dari kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Sebagian besar dari Asia Tenggara. Mungkin yang banyak selama puasa ini dari Malaysia, Singapura, sama Thailand,” katanya.
Meski demikian, jumlah kunjungan tersebut dinilai belum cukup untuk menahan tren penurunan tingkat hunian hotel yang kerap terjadi pada awal Ramadan.
Okupansi Diprediksi Turun di Bawah 15 Persen
PHRI DIY mencatat okupansi hotel sempat berada di kisaran rata-rata 65 persen pada periode 1–16 Februari 2026. Namun, memasuki awal Ramadan, tingkat hunian diperkirakan merosot tajam.
Habibi memperkirakan okupansi hotel di DIY akan berada di bawah 15 persen dalam beberapa hari ke depan, bahkan sebagian hotel berpotensi mencatat hunian di bawah 10 persen.
“Itu sudah terjadi lima tahunan ini. Awal puasa kita itu pasti low,” ujarnya.
Strategi Hotel: Promo Ramadan hingga Diskon Tarif
Untuk menahan penurunan okupansi, hotel-hotel anggota PHRI DIY menyiapkan berbagai strategi, mulai dari promo Ramadan hingga penyesuaian tarif kamar.
Selain itu, pengelola hotel juga melakukan efisiensi operasional sembari bersiap menyambut periode libur Lebaran yang biasanya menjadi high season.
Habibi menegaskan tidak ada aturan baku mengenai batas bawah penurunan tarif kamar karena masing-masing hotel memiliki perhitungan bisnis sendiri.
“Kalau aturan-aturan baku sih sebenarnya belum ada. Mangga sendiri-sendiri, karena memang bisnisnya masing-masing,” katanya.
Andalkan Paket Buka Puasa dan Harapan WFA
Selain penjualan kamar, sebagian hotel juga mengandalkan program food and beverage (F&B), terutama paket berbuka puasa bersama.
Namun, menurut Habibi, peningkatan penjualan paket buka puasa tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya karena makin banyak hotel menawarkan program serupa.
Saat ini, total anggota PHRI DIY tercatat sekitar 479 unit yang terdiri atas hotel berbintang, nonbintang, dan restoran.
PHRI DIY berharap kebijakan pemerintah terkait diskon tarif transportasi umum serta rencana penerapan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan sebagian karyawan swasta menjelang Lebaran 2026 dapat membantu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.
“Semoga ya, dengan diskon itu akan menambah jumlah wisatawan karena yang awalnya enggak pulang, karena transportasi murah jadi pulang,” ucap Habibi.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki