BANTUL, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kabupaten Bantul terus menggenjot percepatan penurunan stunting melalui implementasi program eHDW Learning yang menyasar 75 kalurahan di wilayah tersebut. Hingga 5 November 2026, progres registrasi peserta dalam platform pembelajaran digital ini telah mencapai 90 persen, sementara penyelesaian tahapan hingga sertifikasi telah menyentuh angka 50 persen.
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa, meliputi kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta admin desa. Pelaksanaan di lapangan mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Nomor B/400.10.2.1/02425/DPMK sebagai upaya memperkuat konvergensi pencegahan stunting yang terarah dan terukur.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantul, Yuni Lestari, menyatakan bahwa eHDW Learning dirancang sebagai instrumen strategis untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi antar-pelaku di desa. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari angka pendaftaran, melainkan pada implementasi pengetahuan dalam praktik pendampingan masyarakat.
“eHDW Learning diharapkan menjadi instrumen untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarpelaku. Data yang dihimpun di tingkat kalurahan perlu menjadi dasar pengenalan masalah, penentuan sasaran, dan tindak lanjut intervensi. Dengan kapasitas yang semakin baik, proses tersebut diharapkan berlangsung lebih terukur dan tidak terjebak pada rutinitas pelaporan administratif,” ujar Yuni Lestari.
Yuni memberikan apresiasi kepada para Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang telah berperan aktif mengawal proses registrasi serta membantu mengatasi kendala teknis di lapangan. Meski capaian registrasi telah mencapai 90 persen, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar seluruh peserta dapat menyelesaikan seluruh modul pembelajaran hingga memperoleh sertifikat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konvergensi pencegahan stunting memerlukan kerja kolaboratif yang melampaui sektor kesehatan. Melalui penguatan kapasitas yang berkelanjutan, diharapkan setiap pelaku di tingkat kalurahan mampu menjalankan perannya secara optimal, mulai dari penggerakan masyarakat hingga pemantauan data yang akurat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bantul dapat berjalan sebagai satu gerakan yang terencana, terukur, dan berdampak nyata bagi keluarga sasaran.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul)